Yessi Pratiwi Surya Budhi
I Have My Say. What Is Yours?

Tertindas

By Yessi Pratiwi Surya Budhi

Itu hak kamu.
Tinggal bagaimana kamu ngomong baik-baik dengan mereka, karena mereka yang memutuskan.

GLEKH.
Jika sesuatu yang hak ternyata juga bisa diklaim sebagai bagian dari kekuasaan orang lain, apakah ikhlas menjadi pilihan satu-satunya?

Miris.
Lempar saja sana sini.
Toh buat kalian, ini tidak berarti apa-apa.

Selain basa basi dan gengsi.

 

Self Talk

By Yessi Pratiwi Surya Budhi

Prolognya adalah : kemarin saya sempat panik. Perut melilit dibawah rusuk kiri, jalan nggak bisa tegak, ketawa sakit, bernafas pun sakit. Oh ya, saya belum cerita : saya nggak punya masalah dengan magg. So, jangan dulu berpikiran kalo saya sakit magg.

Saya sempat dag dig dug dengan hasil pemeriksaan dokter. Bagaimana kalau saya ternyata sakit parah? Bagaimana kalau usus buntu? Bagaimana kalau ginjal? Bagaimana kalau paru-paru lagi? Doh!

Bayang-bayang kematian pun menyergap di kepala, seperti kereta api edisi malam Jumat Kliwon gelap gulita. Sampai disini katakan saya berlebihan, silahkan. Entah, aku merasa begitu dekat dengan kematian. Dokter itu--katakanlah, setelah pencet-pencet perut saya beberapa kali--cuma bilang saluran cerna saya infeksi. Tentu saja bukan AIDS, hahaha.

Kemarin aku begitu khawatir sama seorang teman yang katanya sakit ginjalnya kambuh. Aku begitu khawatir sama teman lain yang katanya demam, yang katanya kena gejala DBD, aku rawat, aku cemas. Tapi ternyata kemudian aku menemukan bahwa aku nggak khawatir sama kondisi diri sendiri. Aku terlalu baik, sepertinya. Berpikir bahwa jika aku baik sama orang lain, aku akan beroleh hal yang sama.

Ah, ternyata Hukum Newton III berbunyi : “Setiap ada gaya aksi, maka akan selalu ada gaya reaksi yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan"

Aku kira tadinya berbunyi, "Jika Anda berbuat 1 kebaikan bagi orang lain, Anda akan mendapatkan 1 kebaikan juga". Hahaha.

Dan aku nggak menemukan epilog yang tepat. Aku tau Tuhan tau :)

 

Amigos

By Yessi Pratiwi Surya Budhi

Bagian ini mungkin akan jadi bagian yang paling indah dalam hidup. Sahabat.
***


Saya buka YM. Siska online, Galuh online, Desti online, akhirnya kita berkonferensi. Nggak seserius Konferensi Meja Bundar, tapi percayalah, tingkat kepentingan pembicaraan kami tidak diragukan :) Ada rasa meluap-luap selama conference. Entahlah, seperti ingin tau semua cerita. Saling sindir saling menyemangati. Hahahaha. Smiley bertebaran sana sini. Duh, saya nggak bisa cerita. Bagian ini melepaskan Endorphin yang tak terkira.

Yap. Dari kita berempat, dua orang udah mendeportasi diri mereka ke luar negeri dengan sengaja. Berbagai kesenangan yang Indonesia tawarkan ternyata nggak bisa membuat mereka betah disini. Hihi. Desti ke Belanda-setelah menikah--dan ngambil S2 disana. Siska udah nyampe Australia. Tinggal saya sama Galuh. Tampaknya Galuh--the high acHiever--juga berencana menyusul dalam waktu dekat. Saya? Duh, jangan tanya sekarang ya. Saya sekarang cuma mau lepas dari ITB. Susah nian. Masuk susah, keluar ternyata lebih susah. Saya mengerti sekarang :)

Sahabat, sampai disini mungkin kita terpisah. Tapi persahabatan kita akan selalu menjadi nyawa bagi kita melangkah. Sampai jumpa untuk ketemu kembali! :D

 

Reinstalled

By Yessi Pratiwi Surya Budhi



Tadinya pengen posting ini pas tanggal 1 nya, tapi orang-orang di sekitarku sedang doyan menculik aku :) Jadi, selamat Tahun Baru nya sekarang aja ya. Well, Happy New Year for all of you. Let's be more caution to how we live our life. May 2009 is a year of Change. Renewal. Full of Hope. New Life. Pleasure.

*Foto koleksi pribadi, Comlabs ITB

 

Ulang Tahun

By Yessi Pratiwi Surya Budhi